Tapi pernahkah kita berfikir ketika seorang anak kelakuannya kurang baik? Kebanyakan orang tua pasti menyalahkan pergaulan. padahal tidak menutup kemungkinan, si anak tadi meniru perilaku orang tuanya. Terkadang, orang tua di buat jengkel anaknya. Tapi pernahkan para orang tua bermuhasabah diri? Apa yang pernah mereka lakukan kepada orang tuanya terdahulu.
Yang saya maksud disini bukanlah hukum karma, tetapi contoh yang di berikan kepada anaknya tersebut. Terkadang latar belakang seseorang waktu kecil menumbuhkan karakter kedepannya. Ada pepatah lagi mengatakan “siapa menanam dia pula yang memanen” saya punya pengertian tersendiri atas peribahasa ini, ialah ketika saya mengibaratkan menanam adalah perbuatan yang para orangtua lakukan, dan saya ibaratkan memanen adalah perlakukan anak terhadap orang tua, mungkin hal ini berkaitan erat. Mungkin secara pandangan saya sebagai orang awam, hal ini masuk akal.
Tidak menutup mata, pergaulan mempengaruhi secara besar karakter dari seorang anak. Akan tetapi pergaulan akan berjalan di atas sebuah dasar yang berasal dari keluarganya, juga pengawasan, dan bimbingan dari keluarganya.
Jika, anda merasa anak anda tidak pernah seperti apa yang anda harapkan, apa salahnya jika anda sebagai orang tua bermuhasabah diri. Merenunglah, apa saja yang anda contohkan pada anak anda? Jangan pernah meuntut kesempurnaan dari seorang anak, karena orang tua yang memberi contohpun, mustahil untuk sempurna. Setidaknya, para orang tua hanya berharap anaknya lebih baik dari dirinya.
Mendidik itu perlu kesabaran, menurut saya yang harus dengan jujur mengaku bahwa saya adalah seorang awam. Ketika seorang anak menjengkelkan, ia sedang mengajarkan kita untuk bersabar. Mungkin saja ia memang sulit di beri tahu, bandel, tapi bila kita memberi tahu dengan terus menerus. Mungkin lama kelamaan ia akan mencair, lalu mengalir seperti air.
Anda mungkin menilai Saya memihak pada para anak. Memang, saya disini mengajak anda untuk bermuhasabah, menarik nafas dengan tenang, dan berfikir tentang semua yang telah terjadi J
Maaf apabila, ada yang tidak berkenan di hati anda para pembaca khususnya para orang tua, karena kelancangan saya sebagai anak kecil yang sok tahu ini. Saya hanya menyuarakan apa yang saya fikir sebagai anak kecil, orang awam dan belum berpendidikan.
Mari berfikir positif atas apa yang tuhan beri J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar